Review Anime Infinite Stratos
Review Anime Infinite Stratos. Awal 2026 ini, anime Infinite Stratos kembali jadi bahan nostalgia di kalangan penggemar mecha-harem klasik. Meski musim kedua tayang terakhir pada 2013, seri ini hidup lagi berkat diskusi ulang di komunitas online dan rewatch massal pasca-rilis koleksi lengkap di platform streaming. Cerita tentang Ichika Orimura, satu-satunya cowok yang bisa pilot Infinite Stratos—senjata exoskeleton canggih yang hanya bisa dikendalikan wanita—di akademi khusus penuh gadis tangguh, tetap ikonik dengan campuran aksi mecha, komedi romantis, dan fanservice berlimpah. Di tengah tren mecha modern yang lebih serius, Infinite Stratos terasa sebagai guilty pleasure timeless, terutama bagi yang rindu era harem action awal 2010-an. Review terkini menyoroti bagaimana dua musim plus OVA ini masih menghibur, meski tanpa kelanjutan baru. BERITA BOLA
Plot dan Dinamika Harem-Mecha yang Klasik: Review Anime Infinite Stratos
Cerita berpusat pada Ichika yang terpaksa masuk Infinite Stratos Academy setelah terbukti bisa pilot IS. Ia dikelilingi gadis nasional seperti Houki Shinonono teman masa kecil tsundere, Charlotte Dunois yang menyamar, Laura Bodewig militer Jerman, Lingyin Huang energik Cina, dan Cecilia Alcott bangsawan Inggris. Musim pertama fokus turnamen dan ancaman seperti Gospel tak terkendali, musim kedua naik ke konflik Phantom Task serta persaingan lebih intens. Plot campur pertarungan mecha epik dengan situasi harem awkward—Ichika sering salah paham perasaan gadis-gadis itu. Elemen romansa tease berat tanpa resolusi jelas, ditambah aksi IS generasi baru, buat narasi addictive meski predictable. OVA seperti World Purge tambah fanservice dan arc sampingan, tapi keseluruhan cerita kuat di eksplorasi persahabatan lintas negara dan potensi Ichika sebagai kunci evolusi IS.
Animasi dan Elemen Action-Fanservice yang Menonjol: Review Anime Infinite Stratos
Produksi animasi era 2011-2013 solid dengan desain IS detail—armor futuristik, efek energi laser, dan gerak pertarungan fluid. Transformasi dan duel udara terasa dinamis, terutama di musim kedua dengan skala lebih besar. Desain karakter cantik khas harem: gadis-gadis berbody ideal, ekspresi exagerated lucu, plus fanservice seperti pakaian rusak pasca-battle atau situasi mandi tak sengaja. Soundtrack opening energik dan voice acting natural—terutama Kouki Uchiyama sebagai Ichika polos—dukung chemistry grup. Meski di 2026 terasa agak dated dibanding animasi modern, visual mecha dan komedi tetap memukau, buat seri ini benchmark genre ecchi-mecha yang pengaruh banyak judul kemudian.
Popularitas Abadi dan Status Franchise Saat Ini
Infinite Stratos sukses besar saat rilis dengan light novel laris jutaan kopi, meski publikasi sempat terhenti karena konflik author-publisher dan pindah imprint. Manga adaptasi tamat prematur, tapi komunitas fans tetap aktif diskusikan potensi season ketiga—meski hingga kini belum ada pengumuman resmi. Di 2026, tanpa update baru, popularitasnya bertahan lewat nostalgia dan rekomendasi bagi penggemar harem action ringan. Tema satu cowok di dunia didominasi cewek, plus pertarungan teknologi tinggi, relevan sebagai escapism fun. Meski dikritik Ichika terlalu dense atau plot kurang dalam, seri ini diakui sebagai pionir yang gabung mecha serius dengan rom-com nakal, tetap direkomendasikan bagi yang suka hiburan tanpa pretensi berat.
Kesimpulan
Infinite Stratos tetap jadi mecha-harem klasik yang menghibur di 2026, dengan plot action-romansa ketat, animasi solid, dan popularitas nostalgia kuat meski tanpa season baru. Dua musim plus OVA cukup tangkap esensi petualangan Ichika di akademi IS, tawarkan tawa, deg-degan battle, dan tease harem timeless. Bagi fans lama, rewatch seru; bagi pemula, pengantar ideal ke genre ecchi-mecha. Di era anime lebih kompleks, seri ini ingatkan bahwa hiburan sederhana penuh fanservice bisa abadi. Tontonlah ulang, dan nikmati mengapa Infinite Stratos terus dicinta lebih dari satu dekade.
