Review Anime Fruits Basket
Review Anime Fruits Basket. Anime Fruits Basket (versi reboot 2019–2021) tetap menjadi salah satu karya paling emosional dan paling berpengaruh dalam genre drama romansa hingga tahun 2026. Adaptasi penuh dari manga Natsuki Takaya ini mengisahkan Tohru Honda, gadis SMA yatim piatu yang tinggal di tenda setelah kehilangan rumahnya. Secara tak sengaja ia bertemu keluarga Soma yang misterius dan menemukan rahasia besar mereka: anggota keluarga Soma dikutuk berubah menjadi hewan zodiak Tionghoa saat dipeluk lawan jenis atau terkena tekanan emosional. Dari pertemuan itu, Tohru mulai tinggal bersama Yuki, Kyo, dan Shigure Soma, membuka jalan untuk cerita tentang penyembuhan luka batin, penerimaan diri, dan kekuatan kasih sayang yang tulus. Dengan tiga musim penuh (63 episode), anime ini berhasil menyatukan komedi hangat, drama mendalam, dan pesan penyembuhan yang sangat kuat, menjadikannya salah satu anime yang paling sering ditonton ulang dan direkomendasikan. BERITA BOLA
Karakter Utama yang Sangat Manusiawi dan Perkembangan yang Mendalam: Review Anime Fruits Basket
Tohru Honda adalah protagonis yang jarang ditemui: gadis polos, optimis, dan selalu berusaha melihat kebaikan pada orang lain, meski hidupnya penuh kesulitan. Ia bukan tipe heroine lemah yang perlu diselamatkan; justru ia yang sering menjadi penyembuh bagi orang-orang di sekitarnya. Yuki Soma, “pangeran” sekolah yang dingin dan sempurna, sebenarnya menyembunyikan rasa kesepian dan trauma dari keluarga yang abusive. Kyo Soma, si kucing yang temperamental dan penuh amarah, membawa luka penolakan dan rasa rendah diri yang sangat dalam.
Perkembangan karakter adalah kekuatan terbesar anime ini. Setiap anggota keluarga Soma punya arc sendiri yang menyentuh: dari Momiji yang ceria tapi menyimpan kesedihan, hingga Akito yang menjadi antagonis kompleks dengan luka masa kecil yang ekstrem. Hubungan antara Tohru dan kedua cowok utama berkembang secara perlahan dan realistis—bukan cinta pada pandangan pertama, melainkan ikatan yang tumbuh dari saling memahami dan saling menyembuhkan. Komik pintar menunjukkan bahwa cinta sejati bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang menerima kekurangan satu sama lain.
Alur Cerita yang Seimbang antara Ringan dan Berat: Review Anime Fruits Basket
Alur anime ini mengalir dengan ritme yang sempurna. Musim pertama lebih banyak komedi sehari-hari dan kehangatan persahabatan: kehidupan di rumah Soma, klub sekolah, dan interaksi lucu antara Tohru dengan anggota keluarga yang berubah menjadi hewan. Humor datang dari situasi konyol seperti Kyo yang malu jadi kucing atau Yuki yang canggung saat dipeluk.
Musim kedua dan ketiga membawa cerita ke tingkat yang jauh lebih dalam: trauma masa kecil, dinamika keluarga Soma yang abusive, dan pertanyaan besar tentang kutukan serta nasib. Anime ini tidak menghindari sisi gelap seperti kekerasan dalam rumah tangga, rasa rendah diri, dan rasa bersalah yang berat. Momen-momen emosional seperti konfrontasi Akito dengan Tohru, atau pengakuan perasaan di akhir cerita, menjadi puncak yang sangat kuat dan sering membuat penonton menangis tersedu-sedu. Endingnya indah, realistis, dan penuh harapan—menutup cerita dengan cara yang memuaskan tanpa terasa terlalu manis.
Animasi, Musik, dan Dampak Jangka Panjang
Animasi TMS Entertainment pada reboot ini sangat indah: warna-warna lembut musim semi, ekspresi wajah yang detail, dan transformasi hewan yang lucu sekaligus menyentuh. Adegan emosional seperti Tohru memeluk Kyo atau Yuki menangis digambar dengan kepekaan yang luar biasa. Musik menjadi salah satu alasan utama kenapa anime ini begitu berkesan—soundtrack karya Masaru Yokoyama sangat menyayat hati, dengan lagu pembuka dan penutup seperti “Hajimete no Chuu” dan “Kimi ga Iru” yang langsung membangkitkan emosi.
Di tahun 2026, ketika tema kesehatan mental, trauma keluarga, dan penerimaan diri semakin sering dibahas, Fruits Basket terasa semakin penting. Ia bukan sekadar cerita romansa; ia adalah perjalanan penyembuhan luka batin yang sangat mendalam.
Kesimpulan
Fruits Basket adalah anime yang luar biasa karena berhasil menggabungkan komedi sehari-hari, drama keluarga, romansa, dan pesan penyembuhan menjadi satu kesatuan yang harmonis dan sangat menyentuh. Karakter yang sangat manusiawi, alur yang berkembang alami, serta musik dan visual yang indah membuatnya menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Di tahun 2026, ketika banyak cerita remaja terasa ringan atau terlalu berat, anime ini mengingatkan bahwa cinta dan kasih sayang bisa menyembuhkan luka terdalam. Jika Anda mencari anime yang bisa membuat tersenyum, menangis, marah, dan akhirnya merasa lebih menghargai keluarga serta diri sendiri, Fruits Basket adalah pilihan terbaik. Kutukan hewan, luka masa lalu, dan hati yang terbuka—semua disajikan dengan cara yang indah, jujur, dan tak terlupakan.
