Review Anime Baccano!

Review Anime Baccano!. Di tengah banjir anime baru setiap musim, Baccano! yang dirilis tahun 2007 tetap jadi salah satu yang paling sering direkomendasikan ulang oleh penonton lama maupun baru, terutama sepanjang 2025-2026 ini banyak orang yang rewatching atau baru pertama kali nonton dan langsung jatuh cinta, anime 13 episode plus tiga OVA ini berlatar Amerika tahun 1930-an, mengisahkan sekelompok orang abadi yang saling terhubung melalui kereta legendaris Flying Pussyfoot, mafia, pembunuh psikopat, hingga pencuri kocak, semuanya disajikan dengan gaya narasi non-linear yang brutal, lucu, berdarah-darah, dan penuh jazz, hasilnya adalah tontonan yang terasa seperti naik roller coaster tanpa rem, dan sampai sekarang masih sulit ditandingi oleh anime lain mana pun. BERITA TERKINI

Narasi Non-Linear yang Membuat Otak Berputar (Tapi Enak)

Yang membuat Baccano! langsung beda dari kebanyakan anime adalah cara berceritanya yang lompat-lompat waktu dari tahun 1930, 1931, sampai 1932, bahkan ada adegan yang terjadi berulang dari sudut pandang berbeda, awalnya memang bikin bingung, tapi begitu semua potongan puzzle mulai nyambung sekitar episode 6-7, rasanya seperti dapat jackpot, setiap reveal terasa memuaskan karena penonton dipaksa aktif menyusun sendiri timeline-nya, teknik ini mirip film-film Tarantino seperti Pulp Fiction, tapi dieksekusi dengan ritme yang lebih cepat dan lebih ganas, sampai sekarang, di tahun 2026, masih jarang ada anime yang berani main begini tanpa membuat penonton frustrasi, malah jadi daya tarik utama yang membuat orang balik lagi dan lagi.

Karakter yang Gila-Gilaan Tapi Manusiawi Banget: Review Anime Baccano!

Baccano! punya cast yang luar biasa banyak, tapi hampir semuanya langsung nempel di ingatan, mulai dari Ladd Russo si pembunuh psikopat yang senang banget bunuh orang sambil tersenyum lebar, Claire Stanfield si pembunuh legendaris yang percaya diri sampai level nggak masuk akal, sampai duo Isaac Dian dan Miria Harvent yang konyolnya kebangetan tapi justru jadi penyeimbang emosi seluruh cerita, yang menarik, meski banyak karakternya ekstrem dan over-the-top, mereka tetap terasa hidup karena motivasi masing-masing jelas dan relatable, tidak ada yang sekadar tempelan, bahkan karakter pendukung yang muncul sebentar pun punya momen ikonik sendiri, inilah alasan kenapa banyak penonton bilang Baccano! punya salah satu ensemble cast terbaik sepanjang sejarah anime.

Visual, Musik, dan Aksi yang Masih Fresh Sampai Sekarang: Review Anime Baccano!

Animasi Baccano! mungkin bukan yang paling detail di era sekarang, tapi gerakan karakternya sangat hidup, ekspresi wajahnya gila, dan adegan aksinya brutal serta kreatif, darah berceceran, kepala putus, tapi disajikan dengan stylish yang membuat kekerasan itu terasa entertaining bukan sekadar gore murahan, yang bikin semuanya makin epik adalah soundtrack jazz-nya yang legendaris, lagu opening “Gun’s & Roses” langsung bikin semangat naik, dan musik latar yang selalu pas dengan tempo cerita, entah saat adegan tenang, chaos total, atau momen emosional, kombinasi visual, suara, dan pacing ini membuat Baccano! tetap terlihat segar meski sudah hampir 20 tahun umurnya, banyak yang bilang kalau anime ini dirilis ulang atau diremaster sekarang, pasti langsung meledak lagi.

Kesimpulan

Baccano! adalah salah satu anime paling underrated sekaligus paling sempurna dalam hal eksekusi konsep berani, dia tidak panjang, tidak bertele-tele, tidak ada filler, dan setiap menitnya memberikan sesuatu yang berkesan, di tahun 2026 ini, ketika banyak anime cenderung formulaik atau terlalu panjang, Baccano! justru terasa semakin berharga karena keberaniannya tampil beda total, kalau kamu suka cerita yang cerdas, karakter memorable, aksi brutal tapi lucu, dan jazz 1930-an, langsung tonton saja, 16 episode itu akan habis dalam sehari dan kamu pasti langsung pengen rewatching lagi minggu depan, ini bukan sekadar anime bagus, ini masterpiece yang sayang banget kalau dilewatkan.

BACA SELENGKAPNYA DI…