Review Anime Occult Nine
Review Anime Occult Nine. Anime Occultic;Nine tetap menjadi salah satu karya misteri-supranatural paling ambisius dan kontroversial di kalangan penggemar genre konspirasi hingga sekarang. Tayang pada 2016 dengan 12 episode, seri ini diadaptasi dari novel ringan karya Chiyomaru Shikura dan disutradarai dengan gaya visual yang sangat khas. Cerita berpusat pada Yuta Gamon, seorang remaja yang menjalankan blog kecil tentang hal-hal okultisme dan konspirasi di kamarnya. Ketika seorang gadis misterius bernama Ryouka Narusawa muncul dan memintanya menyelidiki kematian aneh di kota, Yuta terseret ke dalam jaringan rahasia yang melibatkan ilmuwan gila, organisasi bayangan, dan fenomena supranatural yang mengancam seluruh dunia. Awalnya terlihat seperti cerita detektif remaja biasa, tapi segera berubah menjadi thriller konspirasi penuh twist yang membingungkan dan penuh simbolisme. Meski sudah bertahun-tahun berlalu, Occultic;Nine masih sering dibahas karena pendekatan berani terhadap tema informasi, realitas, dan manipulasi pikiran di era digital. BERITA BASKET
Plot yang Padat dan Penuh Twist Tak Terduga: Review Anime Occult Nine
Cerita dimulai dengan Yuta yang skeptis tapi penasaran dengan hal-hal supranatural. Ia bertemu Ryouka, yang membawa informasi tentang “K-Particle” dan kematian misterius yang seolah terkait dengan fenomena paranormal. Dari situ, Yuta mulai mengumpulkan sekelompok orang aneh: Sarai, mahasiswa jenius yang sinis; Miyuu, gadis pendiam dengan kemampuan unik; dan beberapa karakter lain yang punya latar belakang rumit. Setiap episode memperkenalkan petunjuk baru, mulai dari eksperimen ilmiah yang gagal hingga konspirasi global yang melibatkan pemerintah dan organisasi rahasia. Plot bergerak sangat cepat—terlalu cepat bagi sebagian penonton—dengan informasi yang ditumpuk tanpa jeda panjang untuk mencerna. Ada banyak momen “info dump” melalui dialog atau teks di layar, membuat cerita terasa seperti novel visual yang dianimasikan. Twist demi twist datang tanpa ampun, terutama di paruh kedua ketika terungkap bahwa banyak peristiwa sebenarnya terkait dengan manipulasi realitas dan kesadaran kolektif. Akhir cerita memberikan penjelasan yang rumit tapi koheren, meski meninggalkan beberapa pertanyaan terbuka yang sengaja dibuat untuk memicu diskusi.
Tema Konspirasi, Realitas, dan Manipulasi Informasi: Review Anime Occult Nine
Salah satu kekuatan terbesar Occultic;Nine adalah cara ia menggabungkan elemen konspirasi modern dengan konsep supranatural. Anime ini mempertanyakan bagaimana informasi bisa menjadi senjata paling berbahaya di era digital—ketika satu berita palsu atau teori konspirasi bisa mengubah persepsi jutaan orang. Tema “realitas yang dibentuk oleh keyakinan” muncul kuat: jika cukup banyak orang percaya sesuatu, apakah itu menjadi nyata? Karakter seperti Yuta mewakili generasi muda yang terjebak antara skeptisisme dan keingintahuan, sementara antagonis menunjukkan bagaimana kekuasaan bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan pikiran massa. Ada kritik halus terhadap media, pemerintah, dan budaya konspirasi itu sendiri—semuanya disajikan tanpa terasa menggurui. Hubungan antar karakter, meski kadang terasa terburu-buru, menjadi jangkar emosional di tengah konsep-konsep abstrak. Banyak penonton merasa terguncang karena anime ini terasa seperti prediksi tentang bagaimana informasi dan misinformasi bisa menghancurkan masyarakat dari dalam—sesuatu yang semakin relevan di zaman sekarang.
Animasi, Musik, dan Atmosfer yang Unik tapi Tidak Konsisten
Gaya animasi di Occultic;Nine sangat khas era 2010-an: warna-warna neon yang kontras, efek glitch dan distorsi visual saat adegan supranatural, serta transisi cepat yang mencerminkan kekacauan informasi. Desain karakter sederhana tapi ekspresif, terutama mata dan ekspresi wajah yang sering digunakan untuk menyampaikan ketegangan. Namun, kualitas animasi tidak selalu stabil—beberapa episode terasa lebih statis dibandingkan yang lain, terutama di bagian dialog panjang. Musiknya menjadi salah satu elemen terkuat: soundtrack elektronik yang dingin dan repetitif, ditambah lagu pembuka serta penutup yang energik dan penuh misteri, menciptakan rasa paranoia yang konstan. Suara latar seperti dengung listrik, bisikan, atau suara radio statis meningkatkan atmosfer konspirasi. Semua elemen ini bekerja untuk membuat penonton merasa seperti ikut terjebak dalam jaringan informasi yang tak terkendali—meski kadang pacing terlalu cepat membuatnya sulit diikuti.
Kesimpulan
Occultic;Nine adalah anime yang sulit direkomendasikan secara sembarangan karena narasinya yang padat, pacing cepat, dan konsep filosofis yang berat. Ia menuntut perhatian penuh dan kesabaran untuk mencerna informasi yang ditumpuk dalam waktu singkat. Namun bagi yang bisa mengikutinya, seri ini memberikan pengalaman yang sangat memuaskan: campuran antara misteri konspirasi, supranatural, dan refleksi tentang dunia informasi modern. Meski ada kekurangan seperti animasi tidak konsisten dan karakter yang kadang kurang berkembang, kekuatannya terletak pada ide-ide besar dan akhir yang koheren meski rumit. Bagi penggemar cerita seperti Serial Experiments Lain, Steins;Gate, atau karya-karya yang berani bermain dengan realitas, anime ini wajib dicoba meski dengan ekspektasi rendah akan kemudahan. Pada akhirnya, Occultic;Nine mengingatkan bahwa di dunia yang penuh informasi, kebenaran sering kali lebih menakutkan daripada kebohongan—dan itulah yang membuatnya tetap relevan serta salah satu anime paling underrated di genre misteri psikologis.
