Review Anime The Way of the Househusband
Review Anime The Way of the Househusband. The Way of the Househusband tetap jadi salah satu anime komedi paling segar dan menghibur hingga tahun 2026, meski adaptasi musim pertamanya sudah tayang beberapa tahun lalu dan musim kedua serta spesial lanjutan terus menjaga momentum; cerita berfokus pada Tatsu, mantan yakuza legendaris yang dikenal sebagai “Immortal Dragon”, kini memilih pensiun total dari dunia hitam untuk menjadi suami rumah tangga penuh waktu demi mendukung istrinya Miku yang bekerja keras sebagai karyawani, sehingga kehidupan sehari-harinya dipenuhi usaha maksimal dalam memasak, membersihkan, berbelanja, dan mengurus rumah dengan disiplin serta intensitas seperti saat masih jadi preman, tapi semua itu disajikan dengan cara sangat konyol dan penuh kontradiksi antara aura garangnya yang masih tersisa dengan tugas domestik biasa, membuat anime ini berhasil menciptakan formula unik yang menggabungkan humor absurd, wholesome family moments, dan sedikit aksi yakuza flashback yang selalu bikin penonton tertawa lepas. BERITA BASKET
Karakter Utama dan Interaksi yang Hangat Sekaligus Kocak: Review Anime The Way of the Househusband
Tatsu adalah karakter utama yang sangat kuat karena konsistensinya—dia tetap berbicara dengan nada intimidasi, tatapan tajam, dan gaya berjalan seperti bos mafia, tapi sekarang diterapkan pada hal-hal seperti menawar harga ikan di pasar atau memilih deterjen terbaik; Miku sebagai istrinya adalah wanita karier yang santai, penyayang, dan sering terkejut sekaligus bangga melihat suaminya begitu serius menjalankan peran rumah tangga, sementara interaksi mereka penuh kehangatan meski Tatsu kadang berlebihan seperti menganggap belanja diskon sebagai pertempuran wilayah, ditambah lagi karakter pendukung seperti Masa si mantan anak buah yang sekarang jadi pengikut setia dan sering ikut terlibat dalam misi rumah tangga, polisi lokal yang selalu curiga, atau tetangga yang salah paham dengan aura Tatsu, semuanya menciptakan dinamika di mana dunia sekitar bereaksi terhadap “mantan gangster” dengan campuran takut, kagum, dan akhirnya menerima, sehingga penonton bisa merasakan bagaimana Tatsu perlahan belajar hidup normal sambil tetap mempertahankan jati dirinya yang garang tapi penuh kasih sayang.
Gaya Komedi dan Eksekusi Visual yang Khas: Review Anime The Way of the Househusband
Komedi di The Way of the Househusband sangat mengandalkan kontras besar antara gaya seni yakuza serius dengan isi cerita yang super domestik, di mana satu adegan bisa terlihat seperti klimaks film gangster lengkap dengan close-up mata tajam dan musik tegang, tapi sebenarnya Tatsu hanya sedang marah karena promo telur habis atau sedang membersihkan lantai dengan teknik “membersihkan wilayah musuh”; animasinya sengaja dibuat detail pada ekspresi wajah ekstrem dan gerakan berlebihan, sementara episode pendek yang episodic memungkinkan setiap cerita berdiri sendiri dengan punchline cepat dan timing yang sangat tepat, ditambah lagi lelucon berulang seperti “Tatsu yang salah dikenali sebagai bos yakuza” atau “Miku yang pulang dan langsung disambut masakan level restoran bintang lima” tetap terasa segar karena variasi situasi sehari-hari yang selalu dikemas dengan cara kreatif dan tidak pernah memaksa, sehingga anime ini terasa seperti camilan ringan yang selalu berhasil bikin mood naik tanpa perlu plot rumit atau konflik besar.
Dampak dan Relevansi yang Masih Kuat di 2026
Hingga sekarang, The Way of the Househusband masih sering direkomendasikan sebagai anime “cozy” terbaik untuk ditonton saat ingin santai atau butuh tawa tanpa beban, terutama karena keberhasilannya dalam menunjukkan sisi lain dari maskulinitas—seorang pria tangguh yang memilih jadi househusband tanpa kehilangan kehormatan dirinya; di komunitas, klip-klip Tatsu memasak atau berbelanja dengan aura preman masih sering viral karena relatable bagi banyak orang yang menjalani atau mendukung pembagian peran rumah tangga modern, sementara adaptasi live-action serta manga yang terus berlanjut membuat seri ini tetap hidup dan berkembang, sehingga baik penggemar lama yang menonton ulang maupun penonton baru yang baru tahu dari rekomendasi sering terkejut betapa hangat dan lucunya cerita ini, membuktikan bahwa komedi sederhana tentang kehidupan rumah tangga bisa jadi sangat kuat jika dieksekusi dengan hati dan kreativitas yang tepat.
Kesimpulan
The Way of the Househusband adalah anime yang berhasil mengubah premis paling sederhana menjadi sesuatu yang sangat menghibur dan menyentuh, dari aura garang Tatsu yang diterapkan pada tugas rumah tangga, lelucon kontradiksi yang tak pernah garing, hingga momen-momen kecil yang menunjukkan cinta dan dedikasi dalam kehidupan sehari-hari; meski sudah berjalan beberapa tahun, ia tetap terasa sangat fresh dan relevan karena tidak pernah mencoba jadi terlalu dramatis atau mengikuti tren sementara, melainkan setia pada esensi wholesome comedy yang tulus, sehingga kalau kamu mencari sesuatu untuk ditonton sambil tersenyum lebar dan merasa hangat, anime ini adalah pilihan yang hampir tidak bisa salah—Immortal Dragon mungkin sudah pensiun dari jalanan, tapi petualangannya sebagai suami rumah tangga masih jauh dari kata selesai dan selalu layak untuk diikuti lagi.
